Genjot Pariwisata, 65 Airport & 32 Pelabuhan Akan Dibangun
BANDUNG- Pemerintah sangat serius menggenjot pariwisata Tanah Air, salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membangun 65 airport dan 32 pelabuhan dibanyak titik.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan, Freddy Numberi usai menghadiri Seminar Internasonal Bisnis dan Manajemen, di Universitas Widyatama, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/4/2011).
Saat ini Indonesia telah memiliki 26 pelabuhan dan pelabuhan utama, serta 44 bandara. Hal ini dilakukan juga untuk menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan daya saing transportasi nasional.
"Pada 2030 mendatang, pemerintah mentargetkan peningkatan hingga 32 pelabuhan utama dan 65," kata Freddy. Dari 65 bandara yang ditargetkan, sambungnya, delapan di antaranya merupakann bandara bertarap internasional, 16 bandara sekunder, 41 lainnya bandara tersier.
Dalam praktek pembangunannya, kata Freddy, pemerintah membuka peluang kerjasama dengan swasta, terutama pelabuhan. Begitu juga di bidang operasionalnya. "Ini dimungkinkan karena semakin sibuknya pelabuhan-pelabuhan yang dikelola pemerintah," terangnya.
Pelabuhan yang bisa dikelola swasta, jelasnya, sifatnya lebih khusus. Misalnya, pelabuhan batubara di Sumatera di mana keluar masuk komoditi tidak menggangu operasional pelabuhan umum.
"Tidak menutup kemungkinan dibuka juga pelabuan khusus wisata. Fasilitas ini sangat dibutuhkan di daerah wisata seperti Bali," sebut Freddy.
Dia menambahkan, pelabuhan khusus pariwisata memang dibutuhkan. Terlebih Indonesia kaya akan objek wisata. "Pelabuhan wisata operasionalnya bisa dikelola swasta," tandasnya.
(uky)
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan, Freddy Numberi usai menghadiri Seminar Internasonal Bisnis dan Manajemen, di Universitas Widyatama, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/4/2011).
Saat ini Indonesia telah memiliki 26 pelabuhan dan pelabuhan utama, serta 44 bandara. Hal ini dilakukan juga untuk menumbuhkan ekonomi dan meningkatkan daya saing transportasi nasional.
"Pada 2030 mendatang, pemerintah mentargetkan peningkatan hingga 32 pelabuhan utama dan 65," kata Freddy. Dari 65 bandara yang ditargetkan, sambungnya, delapan di antaranya merupakann bandara bertarap internasional, 16 bandara sekunder, 41 lainnya bandara tersier.
Dalam praktek pembangunannya, kata Freddy, pemerintah membuka peluang kerjasama dengan swasta, terutama pelabuhan. Begitu juga di bidang operasionalnya. "Ini dimungkinkan karena semakin sibuknya pelabuhan-pelabuhan yang dikelola pemerintah," terangnya.
Pelabuhan yang bisa dikelola swasta, jelasnya, sifatnya lebih khusus. Misalnya, pelabuhan batubara di Sumatera di mana keluar masuk komoditi tidak menggangu operasional pelabuhan umum.
"Tidak menutup kemungkinan dibuka juga pelabuan khusus wisata. Fasilitas ini sangat dibutuhkan di daerah wisata seperti Bali," sebut Freddy.
Dia menambahkan, pelabuhan khusus pariwisata memang dibutuhkan. Terlebih Indonesia kaya akan objek wisata. "Pelabuhan wisata operasionalnya bisa dikelola swasta," tandasnya.
(uky)
0 komentar